Mari Merenung Sejenak
Saudaraku..Bukankah Dunia ini begitu melelahkan?
Bisnis,
Karir,
Ego,
Nafsu,
dan Kepentingan..
Semuanya membakar obsesi kita sejadi-jadinya..
Hingga kita terengah-engah mengikuti kehendaknya..
Dan bukan itu saja..
mereka membuat kita rela mengorbankan apa saja..
yah.. apa sajaa..
Harga diri, kehormatan, keluarga, dan bahkan agama kita
karena obsesi-obsesi yang ganas itu rasanya sudah terlalu
lama kita melupakan Allah..
Batasan Halal dan Haram sudah lama terhapus dalam batas-batas pertimbangan kita..
Batasan Halal dan Haram sudah lama terhapus dalam batas-batas pertimbangan kita..
Lidah ini telah lama kelu untuk menyebut nama-Nya..
Kedua tangan ini nyaris tak pernah lagi menengadah, Mengadukan Kefakiran diri pada-Nya..
Dan Kening ini, Entah sekian lama tak pernah tersungkur larut..
Kedua tangan ini nyaris tak pernah lagi menengadah, Mengadukan Kefakiran diri pada-Nya..
Dan Kening ini, Entah sekian lama tak pernah tersungkur larut..
dalam sujud dan air mata..
Saudaraku..
Saudaraku..
Sampai kapan semua itu harus terjadi?
sampai esok?
bulan depan?
tahun depan?
Duhaiii…
Duhaiii…
Esok belum tentu akan hadir bagi hidup kita..
Mungkin esok dunia telah berakhir bagi kita..
Mungkin esok kita telah terbujur kaku disudut rumah yang selama ini melenakan kita,
Mungkin esok secara tiba-tiba semua orang menangisi kita..
mungkin esok kita telah meninggalkan semuanya..
dan tiba saatnya, untuk mempertanggungjawabkan semuanya..
Saudaraku..
Mungkin esok dunia telah berakhir bagi kita..
Mungkin esok kita telah terbujur kaku disudut rumah yang selama ini melenakan kita,
Mungkin esok secara tiba-tiba semua orang menangisi kita..
mungkin esok kita telah meninggalkan semuanya..
dan tiba saatnya, untuk mempertanggungjawabkan semuanya..
Saudaraku..
Pulanglah..
Pulanglah kepada-Nya..
Sekarang Juga..
Tersungkurlah dihadapan-Nya..
Karena Dia,
Allah.. Tuhanmu dan Tuhanku
Begitu bahagia dan gembira
dengan pertaubatanmu..
Naskah : Ustadz Muh. Ihsan Zainuddin, Lc., M.si
Komentar